Dikisahkan bahwa Imam Syafi’I
sangat cerdas ia menulis apa yang dijelaskan atau diterangkan oleh gurunya dan
menulis menggunakan ludahnya kemudian ditulis ditelapak tangannya, beliau hafal
Al-Qur’an sejak usia 7 tahun subhanAllah, sebelum teman-teman beliau selesai
mendikte apa yang gurunya katakan ia telah menghafalkannya.
Suatu hari ia sedang berjalan dan
datanglah angin kencang sehingga menerbangkan sedikit pakaian perempuan yang
sedang berjalan hingga terlihatlah betis sang perempuan. Beliau tidak sengaja
melihat aurat wanita tersebut. Setelah itu, hafalannya semua hilang selama 40
hari 40 malam. Beliiau mendatangi gurunya yaitu Imam Malik dan menceritakan
keluhannya tentang dirinya yang tiba-tiba hilang semua hafalannya.
Sang gurupun mengatakan bahwa Ilmu itu cahaya, dan cahaya itu tidak akan
datang kepada orang yang banyak berbuat maksiat.
Imam Syafi’I saja yang secara tidak
sengaja melihat betis sang wanita itu mendadak hafalannya hilang, bagaimana
denga kita?? Di zaman sekarang ini, saya rasa kita bisa lebih bijak menyikapi
keadaan sekarang. Wallahu ‘alam.