Di dunia ini memiliki beragam bahasa , terutama di Indonesia, ada bahasa bugis, bahasa jawa, bahasa sunda,dll
Kali ini saya akan membahas tentang salah satu kota atau daerah yang masyarakatnya mayoritas menggunakan bahasa bugis sebut saja Bone atau Watampone.
Setiap daerah pasti memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkan sebuah penghormatan atau tata cara berkomunikasi misalnya dengan sebaya, dengan orang tua dan orang yang lebih muda dari kita, semua memiliki tata cara berkomunikasi.
Di daerah bugis khususnya Bone memiliki tata cara "Mappakaraja" atau penghormatan. Mappakaraja ini bisa kita lakukan dengan tindakan atau dengan ucapan.
Mappakaraja dengan tindakan contoh seorang anak muda lewat di depan orang yang lebih tua darinya dengan menggantungkan tangan kanannya sambil membungkuk ke bawah isyarat permisi.
Mappakaraja dengan ucapan contohnya dengan menggunakan kata-kata yahg disenangi orang bugis pada umumnya yaitu kata "Puang" atau "Puang Aji" bagi yang sudah melaksanakan Haji.
Kata Puang ini sering di alamatkan pada Siswa kepada gurunya, anak kepada paman atau bibinya,orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua, seseorang ang dari melaksanakan Haji, memiliki status keturunan Raja alias "andi", memiliki status sosial tinggi di daerahnya misal seorang Lurah, Camat, dan lain-lain yang berkaitan dengan banyak harta.
Kadang ada juga seorang penjual berbicara kepada pembelinya dengan memanggilnya Puang dengan maksud pembeli adalah Raja.
Kata puang ini juga sering di gunakan untuk tempat berhala misalnya yang ada di salah satu Desa di Bone yang dinamakan puangna "Lagellang". Akan di bahas pada poatingan yang akan datang.
Kata ini harus digunakan dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari karena jika tidak biasanya akan ada yang merasa tersinggung.
Kali ini saya akan membahas tentang salah satu kota atau daerah yang masyarakatnya mayoritas menggunakan bahasa bugis sebut saja Bone atau Watampone.
Setiap daerah pasti memiliki cara yang berbeda untuk menunjukkan sebuah penghormatan atau tata cara berkomunikasi misalnya dengan sebaya, dengan orang tua dan orang yang lebih muda dari kita, semua memiliki tata cara berkomunikasi.
Di daerah bugis khususnya Bone memiliki tata cara "Mappakaraja" atau penghormatan. Mappakaraja ini bisa kita lakukan dengan tindakan atau dengan ucapan.
Mappakaraja dengan tindakan contoh seorang anak muda lewat di depan orang yang lebih tua darinya dengan menggantungkan tangan kanannya sambil membungkuk ke bawah isyarat permisi.
Mappakaraja dengan ucapan contohnya dengan menggunakan kata-kata yahg disenangi orang bugis pada umumnya yaitu kata "Puang" atau "Puang Aji" bagi yang sudah melaksanakan Haji.
Kata Puang ini sering di alamatkan pada Siswa kepada gurunya, anak kepada paman atau bibinya,orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua, seseorang ang dari melaksanakan Haji, memiliki status keturunan Raja alias "andi", memiliki status sosial tinggi di daerahnya misal seorang Lurah, Camat, dan lain-lain yang berkaitan dengan banyak harta.
Kadang ada juga seorang penjual berbicara kepada pembelinya dengan memanggilnya Puang dengan maksud pembeli adalah Raja.
Kata puang ini juga sering di gunakan untuk tempat berhala misalnya yang ada di salah satu Desa di Bone yang dinamakan puangna "Lagellang". Akan di bahas pada poatingan yang akan datang.
Kata ini harus digunakan dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari karena jika tidak biasanya akan ada yang merasa tersinggung.

